Serunya Satu Jam Menelusuri Goa Petruk

GOATak hanya punya pantai, Kebumen ternyata memiliki wisata goa yang masih cukup alami. Goa Petruk adalah salah satunya yang menawarkan keindahan stalagtit dan stalagmit berusia ratusan hingga ribuan tahun.

Petruk sendiri diambil dari nama pengikut setia Pandawa dalam cerita pewayangan. Yang bertubuh tinggi, hidung panjang dan banyak akalnya.

Terletak di dukuh Mondoyono, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen atau sekitar 5 KM arah selatan goa Jatijajar yang terkenal dengan legenda Lutung Kasarung. Dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari kota Kebumen.

Pertemuan tak sengaja dengannya saat akan kembali ke Bandung dari Kebumen. Dari “pertigaan ijo” daerah Gombong sengaja ambil jalan menuju selatan, tidak lain ingin melihat pantai-pantai lain di kabupaten ini.

Tiba di lokasi suasana masih sepi sepertinya mampir terlalu pagi. :mrgreen: Semoga saja bukan karena peminat yang sedikit.

Menuju pintu goa ternyata butuh sedikit perjuangan. Naik anak tangga sekitar 250 meter siap menanti, mungkin cocok sebagai pemanasan sebelum mulai menjelajah goa. 😐goa_petruk-02

Lima belas menit yang melelahkan akhirnya sampai juga di mulut goa. Tak perlu malu rasanya jika ingin istirahat sejenak. :mrgreen:

goa_petruk-04

 

asanya pribahasa ini cocok banget dengan goa ini. Pemandangan luar goa yang tampak menyeramkan hampir saja menghipnotis istri untuk segera beranjak meninggalkannya. oops. hehehe.

goa_petruk-06

Setiap pengunjung yang masuk harus dipandu petugas. Kesempatan kali ini saya dipandu Ibu Wayem, beliau ini merupakan cucu dari juru kunci pertama kawasan ini. Dari awal masuk beliau tak pernah berhenti menjelaskan setiap batu-batuan yang sudah diberi nama ini. Disambut dengan batu Tirai Pintu di bagian awal suasana mistis hilang menjadi takjub. Ternyata tidak seseram yang dibayangkan. 😆

goa_petruk-12

Semakin masuk ke dalam bau penghuni tetap goa ini mulai menjalar ke hidung. Di lantai dasarnya bertabur penuh kotoran kelelawar dan serangga-serangga kecil. Namun semuanya akan pelan-pelan teralihkan dengan keindahan endapan baruan kapur berusia lanjut. 😀 Batu Jamur yang memang tampak seperti jamur tiram, Sendang Katak kemudian Tugu Pancoran Mangun Serono yang begitu megah.

goa_petruk-23

Sesekali pengunjung diajak makin seru menikmati jelajah goa ini. Harus melewati sungai kecil dari semata kali hingga hampir lutut orang dewasa membuat semakin menarik.

Penerangan yang minim yang hanya mengandalkan dari lampu petromak yang dibawa Ibu Wayem cukup untuk bisa menghindari jurang cukup dalam saat dibawa ke bagian atas goa yang terdapat batu Mangun Serono, batu Buaya, batu Layon (mayat) serta Kamar Lukar Busono (kamar ganti baju).

goa_petruk-25

Hingga Kali Pelangi dan Sendang Gulung yang menjadi favorit saya menikmati segarnya air di dalamnya membasahi seluruh bagian wajah yang sudah mulai lelah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s